Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kenapa Kita Tidak Perlu Terlalu Baik Pada Orang Lain?

Ada suatu kalimat yang berisi nasihat bahwasanya kita dilarang untuk terlalu baik sama orang, atau istilah lainnya adalah terlalu tidak enakan.

Berbuat baik tentu merupakan sebuah perbuatan yang sebaiknya dilakukan oleh semua orang di dunia ini, tidak terkecuali. Berbuat baik tentu akan membuahkan hasil yang positif yaitu hidup akan dipenuhi oleh orang-orang yang baik pada kita.

Akan tetapi, berbuat terlalu baik seringkali dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk kepentingannya. Banyak orang baik dan tidak enakan sering dimanfaatkan oleh orang tertentu, seperti misalnya meminjam uang, menyuruh sesuatu, menggunakan kendaraan, menginap di rumah, dll.

Sebetulnya tidak ada masalah dengan hal tersebut, hanya saja jika kita biarkan atau tidak kita atasi, maka akan menjadi suatu kebiasaan yang semakin menjadi-jadi. Maksudnya adalah akan semakin kurangajar.

Apabila kita terlalu terbuka atau baik sama orang, siapapun itu. Maka orang yang kita berikan kebaikan tersebut istilahnya tidak akan sungkan lagi kepada kita, bahkan untuk hal-hal yang menurut kita privasi akan mereka ganggu.

Sebetulnya bukan tidak boleh kita terlalu baik sama seseorang. Hanya saja akan lebih baik jika pilih-pilih mengenai kebaikan kita akan ditujukan kepada siapa. Jangan sampai kita berbuat baik kepada orang yang tidak tahu diuntung. Si Untung saja mau kok diuntung.

Lalu, orang seperti apa sih yang sebaiknya jangan kita beri kebaikan, walaupun sedikit?

  1. Tukang Hutang
    Sampai dengan saat ini Hutang adalah sumber permasalahan yang sangat umum terjadi di tengah kehidupan masyarakat kita. Adanya hutang tentu akan membuat suatu hubungan menjadi tidak stabil. Apalagi jika Penghutang tidak membayar hutangnya sesuai dengan yang dijanjikan, pastilah akan menimbulkan efek-efek yang dapat melunturkan hubungan pertemanan / kekeluargaan.

    Nah, jika Anda menemukan atau mengetahui seseorang yang sering meminjam uang, jangan pernah sekali-sekali kita baik pada orang ini. Karena tanpa kita sadari, jika kita baik pada orang ini maka kita akan dimanfaatkan olehnya untuk meminjam uang / barang.

    Ya minimal kita bisa menjaga jarak dengan dia. Asal kenal tidak masalah, tetapi jangan terlalu akrab.
  2. Tukang Ngomongin Orang
    Percaya tidak percaya, orang yang sering membicarakan kejelekan orang lain kepada kita, pada suatu saat akan membicarakan kejelekan kita pula kepada orang lain. Tentu orang seperti ini tidak layak kita dekati, apalagi diberi kebaikan. 
  3. Teman Lama yang Tiba-Tiba Chat, UUD (Ujung-Ujungnya Duit)
    Ketika dichat teman lama yang bertahun-tahun tidak bertemu adalah suatu hal yang sangat menyenangkan, apalagi jika teman tersebut menanyakan kabar tentang kita, pekerjaan, dll.

    Namun apa yang terjadi jika di awal-awal percakapan menanyakan kabar, tetapi diujung pembicaraan malah memanfaatkan kita?

    Tentu harus kita jauhi orang seperti ini, walau dengan alasan apapun itu.

    Jika kita merasa tidak enak untuk menolak permintaannya, silahkan beri saja, namun jangan pernah akrab lagi sama orang itu. Sebab, di suatu waktu bisa saja orang ini tidak akan sungkan meminta sesuatu yang lebih.
Kesimpulan

Berbuat baik memang kewajiban seluruh manusia. Akan tetapi kita perlu yang namanya selektif terhadap kebaikan kita akan ditujukan pada siapa? Pasti kita tidak ingin kebaikan yang diberikan dengan niat yang tulus, malah menjadi boomerang bagi diri kita sendiri. 

Oleh karenanya, berbuat baiklah seperlunya. Karena orang jaman sekarang itu sudah tidak bisa ditoleransi lagi. Kita mesti bisa bersikap tegas untuk menolak apabila kita tidak ingin melakukannya. Serta jangan terlalu terbuka kepada siapapun, kecuali kepada keluarga kita sendiri. Karena hanya keluarga lah yang benar-benar tulus pada kita.


Posting Komentar untuk "Kenapa Kita Tidak Perlu Terlalu Baik Pada Orang Lain?"

Berlangganan via Email