Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kenapa Banyak Orang yang Mudah Percaya dengan Berita Hoax?

Kenapa sebagian besar orang mudah sekali percaya dengan berita yang belum jelas kebenarannya?

Pertanyaan tersebut tiba-tiba saja muncul dipikiran saya mengingat banyak sekali teman-teman serta orang terdekat saya yang begitu mudahnya percaya dengan berita yang belum pasti kevalidannya.

Hmm mulai dari mana ya? Mungkin kita mulai dari pengertian hoax itu sendiri.

Apa itu Hoax ? 

Menurut KBBI, pengertian Hoax secara harfiah adalah Palsu / Bohong / Kebenarannya diragukan. Jadi, pengertian dari hoax adalah berita / kabar yang kebenarannya masih diragukan atau belum pasti benar. 

Berita hoax tentu tidak sebatas hanya pada tulisan / artikel, melainkan banyak yang dibungkus dengan kemasan video seolah-olah memberikan kemudahan pada target yang notabene malas membaca.
Salah satu cara untuk mengetahui suatu berita hoax atau tidak adalah dengan mencari sumber lain yang akurat mengenai berita yang diduga hoax. Selain itu, kita juga bisa menelisik media yang menerbitkan berita tersebut. Jika berasal dari media ternama seperti Detik, Kompas, dll maka kemungkinan besar valid beritanya. Apabila sebaliknya, maka sebaiknya kita mesti berhati-hati serta jangan langsung percaya begitu saja.

Kenapa Orang Mudah Sekali Percaya dengan Berita Hoax?

  1. Malas Mencari Sumber Berita Lain yang Akurat
    Jika saya perhatikan, banyak sekali orang yang baru mendengar satu berita langsung percaya begitu saja. Apalagi berita yang menyangkut tokoh terkenal atau artis di Indonesia. Ditambah dengan judul yang mengundang penasaran, dan jreng!

    Hal tersebut tentu sangat disayangkan, mengingat teknologi sudah semakin canggih dan informasi begitu cepatnya tersebar luas. Apabila orang-orang tidak segera diberikan edukasi mengenai penggunaan teknologi secara bijak, tentu akan berakibat buruk.

    Orang-orang seringkali memberikan tanggapan 'langsung percaya', karena hal tersebut dirasa simpel dan tidak repot ketimbang harus mencari tahu kebenaran suatu berita. Padahal, jika orang-orang ini mau sedikit saja mencari tahu lebih dalam, maka berita hoax tidak akan cepat tersebar.
  2. Cuma Baca Judul, tanpa membaca isi
    Sebetulnya inti dari nomor 2 sama seperti nomor 1. Masyarakat kita seringkali hanya melihat suatu berita hanya dari judulnya saja, tidak membaca keseluruhan isi dari berita tersebut. Dan lebih parahnya lagi, mereka bisa berani membuat kesimpulan di kolom komentar atau status tanpa dasar argumen yang jelas / hanya opini liar tidak dibumbui referensi yang valid.

    Hal-hal seperti ini jika dibiarkan akan membuat Indonesia dipenuhi kabar yang tidak masuk akal. Maksud saya adalah, berita yang tadinya mempunyai pesan baik untuk disampaikan, malah terjadi kesalah pahaman akibat dari orang-orang seperti ini.

    Tentu ada alasannya mengapa orang-orang ini enggan membaca keseluruhan artikelnya. Salah satu sebabnya adalah "Judul yang Clickbait stadium Akhir". Seperti apa "Judul Click Bait Stadium Akhir"? Contoh : "Seorang Pria Bertato Macan Ketauan Maling terus Digebugin, macannya diem aja".

    Itu hanya contoh yang saya buat untuk membuat perumpamaan judul clickbait parah itu seperi apa.
  3. Minimnya Pengetahuan
    Saat ini pengguna smartphone bukan hanya dari kalangan menengah ke atas saja, melainkan banyak dari kalangan menengah ke bawah. Bukan juga hanya dari kalangan orang-orang terpelajar, tetapi banyak dari kalangan gaptek / baru mengenal teknologi.

    Saya ambil contoh bapak saya saja deh.

    Bapak saya ini suka banget nonton youtube di hp android miliknya. Video yang ditonton tentu bermacam-macam. Akan tetapi yang paling sering saya dengar adalah tentang berita-berita yang belum jelas kebenarannya. Seperti misalnya "Lokasi Makam Mbah Anu", "Batu Terbang di Laut". Dan video tersebut diisi dengan slide gambar yang entah darimana dan suara narasi khas ala google translate.

    Bapak saya tidak peduli dengan isi video tersebut, yang Ia lihat pertama kali adalah judul dan thumbnail video yang menarik.

    Saya sendiri sudah beberapa kali memberi tahu kalau ada video yang diisi dengan suara robot "google translate", jangan pernah ditonton, karena fiktif.

    Walaupun demikian, bapak saya masih saja terjebak di dalam video serupa. 

Kesimpulan

Yaps mungkin itu adalah beberapa hal yang menjadi alasan kenapa berita hoax mudah sekali tersebar di Indonesia. 

Lalu, apa tujuan orang-orang yang membuat berita hoax? Kok mau repot-repot bikin berita palsu. 

Tentu saja hal tersebut tidak lepas dari yang namanya 'kepentingan seseorang / kelompok'. Dan biasanya pembuat berita hoax sering melakukan penggiringan opini kepada targetnya. 

Selain kepentingan, Uang juga adalah salah satu alasannya.

Posting Komentar untuk "Kenapa Banyak Orang yang Mudah Percaya dengan Berita Hoax?"

Berlangganan via Email